Showing posts with label PEMBELAJARAN TAP. Show all posts
Showing posts with label PEMBELAJARAN TAP. Show all posts

Sunday, 19 June 2022

KASUS PAK NIKO – IPA (ILMU PENGETAHUAN ALAM) PERNAPASAN PADA MANUSIA

0 comments

 

 

TUGAS AKHIRPROGRAM

 


KASUS PAK NIKO – IPA (ILMU PENGETAHUAN ALAM) 

PERNAPASAN PADA MANUSIA

 

A.    Analisis Kasus

Pak Niko mengajar IPA di kelas V SD. Beliau akan mengajarkan materi dengan topik pernapasan pada manusa. Beliau mempersiapkan media berupa gambar organ pernapasan dan model organ pernapasan manusia. Ia juga mempersiapkan LKS tentang nama-nama organ pernapasan manusia.

Sebelum mengajar, Pak Niko memberikan apersepsi bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah bernapas. Pak Niko juga menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yaitu tentang nama organ pernapasan manusia dan fungsi masing–masing organ tersebut.

Pak Niko memulai mengajar materi tentang organ pernapasan. Beliau menyuruh semua murid menarik napas untuk membuktikan bahwa manusia bernapas dan untuk mengetahui dimana letak organ – organ pernapasan tersebut. Pak Niko memasang organ pernapasan manusia di papan tulis, dan tanya jawab tentang nama – nama organ pernapasan manusia. Setelah itu Pak Niko memberikan LKS sebagai latihan secara berkelompok. Siswa melaporkan hasil diskusinya dan kelompok lain menanggapinya.

Untuk menambah pemahaman siswa, Pak Niko menunjukkan model organ pernapasan manusia. Hal ini juga bertujuan membuat siswa lebih tertarik untuk mengetahui letak dan fungsi organ pernapasan manusia. Sambil menunjukkan pada model, Pak Niko mengadakan tanya jawab tentang fungsi masing-masing organ pernafasan pada manusia.

Setelah itu, Pak Niko mengadakan evaluasi, dan setelah dikoreksi, Pak Niko tidak menyangka bahwa hasilnya tidak memuaskan. Hasil nilai murid yang mencapai 75 ke atas hanya 10 orang dari 30 siswa. Pak Niko merenung, mengapa target tidak tercapai, padahal dia menargetkan 75 % siswa mendapat nilai 75 ke atas.

B.     Peristiwa penting yang terjadi dalam kasus pembelajaran Pak Niko

1)      Pak Niko mengajarkan materi IPA dengan topik organ pernapasan manusia kelas V SD.

2)      Media yang digunakan adalah gambar dan model organ pernapasan manusia.

3)      Mengadakan apersepsi dengan menyatakan bahwa salah satu ciri makhluk hidup adalah bernafas.

4)      Menyampaikan tujuan pembelajaran yaitu supaya siswa  mengetahui tentang nama-nama organ pernapasan manusia dan fungsinya.

5)      Metode yang dipakai demonstrasi, tanya jawab, penugasan, diskusi, ceramah.

6)      Setelah hasil ulangan diperiksa ternyata hanya ada 10 orang siswa yang nilainya 75 ke atas dari 30 orang siswa.

 

C.    Identifikasi Masalah

1)      Mengapa Pak Niko terlalu banyak menggunakan metode dalam pembelajaran?

2)      Mengapa Pak Niko tidak memberikan penguatan dan kesimpulan di akhir pembelajaran?

3)      Mengapa nilai yang diperoleh siswa masih banyak yang belum mencapai target?

 

D.    Analisis Penyebab Masalah

1)      Pak Niko terlalu banyak menggunakan metode, sehingga dalam pelaksanaan masing-masing metode kurang tuntas.

2)      Pak Niko tidak memberikan pemantapan materi dan kesimpulan di akhir kegiatan belajar mengajar.

3)      Pak Niko kurang menguasai materi.

 

E.     Mengembangkan alternatif pemecahan masalah

1)      Dalam proses belajar mengajar, Pak Niko seharusnya jangan terlalu banyak menggunakan metode, karena hal itu justru membuat proses pemahaman konsep menjadi kurang mantap. Pilih beberapa metode saja yang dianggap paling tepat untuk mengajarkan materi tersebut.

2)      Pak Niko seharusnya menayangkan video pembelajaran terkait pernapasan untuk memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan

3)      Seharusnya Pak Niko memberikan penguatan dan kesimpulan di akhir proses belajar mengajar, supaya siswa lebih paham terhadap materi yang diajarkan.

4)      Sebelum mengajar, seharusnya Pak Niko sudah menguasai materi sehingga dalam pelaksanaannya berjalan dengan lancar, jelas, dan agar yang disampaikan mudah diserap oleh siswa.

 

F.     Menganalisis kekuatan dan kelemahan setiap alternatif

a.       Kekuatan

1)      Pak Niko telah melakukan kegiatan pembelajaran yang baik, karena beliau telah melakukan appersepsi dan menyampaikan tujuan pembelajaran di awal kegiatan  sehingga siswa mengetahui target yang harus dicapai saat pembelajaran.

2)      Pak Niko telah menggunakan metode  dalam kegiatan pembelajaran untuk membantu siswa memahami materi.

3)      Pak Niko juga telah melakukan evaluasi di akhir pembelajaran untuk mengetahui keberhasilan siswa dan daya serap siswa untuk kemudian dijadikan sebagai alat untuk menentukan Pak Niko sudah berhasil atau belum dalam menyampaikan materi.

b.      Kelemahan

1)      Pak Niko terlalu banyak menggunakan metode dalam pembelajaran.

2)      Pak Niko tidak memberikan penguatan dan kesimpulan di akhir pembelajaran

3)      Pak Niko kurang menguasai materi.

 

G.    Memilih alternatif yang dianggap paling efektif

Jika diamati lebih dalam, kasus yang muncul dalam pembelajaran Pak Niko adalah karena kurang menguasai materi. Padahal salah satu kompetensi yang harus dimiliki oleh seorang guru adalah kompetensi professional. Artinya ia harus memiliki pengetahuan yang luas serta dalam dari bidang studi yang akan diajarkan serta penguasaan metodologis dalam arti memiliki pengetahuan konsep teoritik, sehingga mampu memilih metode yang tepat.

Berdasarkan hal tersebut di atas, maka penguasaan materi bagi seorang guru adalah mutlak adanya. Jadi untuk mengatasi kasus tersebut di atas, hal yang paling penting yang harus dikerjakan adalah peningkatan kompetensi guru dengan cara rajin membaca, menerapkan dan mengembangkan ilmunya. Dengan langkah seperti ini, diharapkan dapat meningkatkan kualitas guru yang berimbas pada peningkatan prestasi siswa.

H.    Menyusun dan menuliskan jawaban dari masalah/kasus tersebut

1)      Pak Niko dapat merevisi kembali rencana pembelajaran yang telah dirancang mulai dari kegiatan awal sampai akhir.

2)      Pak Niko memilih kembali metode yang paling tepat yang dapat diterapkan untuk menyampaikan materi tentang organ pernapasan manusia.

3)      Pak Niko dapat mengurangi metode yang digunakan agar penggunaan metode dapat dilakukan secara tuntas.

4)      Pak Niko  menayangkan video pembelajaran terkait pernapasan untuk memudahkan siswa memahami materi yang diajarkan.

5)      Pak Niko memberikan penguatan dan kesimpulan agar siswa lebih memahami materi yang disampaikan.

6)      Sebelum melakukan kegiatan belajar mengajar, Pak Niko harus menguasai materi yang akan diajarkan agar  materi yang disampaikan kepada siswa dapat dipahami secara maksimal.

 

Read more...

KASUS PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS II (PKn)

1 comments

 

TUGAS KELOMPOK MATA KULIAH

PANDUAN TUGAS AKHIR PROGRAM SARJANA FKIP (IDIK4500)

 


PEMBELAJARAN PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN KELAS II (PKn)

 

 

WACANA KASUS

        Bu Ana sedang mengajar pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas II. Dengan KD melaksanakan hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Pada pertemuan kali ini Bu Ana akan menjelaskan pentingnya melaksanakan hidup rukun di sekolah.

        Awal pelajaran dimulai dengan berdoa, presensi, dan salam. Bu Ana menyampaikan kepada siswa kompetensi dasar yang akan dicapai pada pertemuan kali ini. Sebelum pembelajaran, Bu Ana menunjukkan gambar-gambar berwarna berukuran sedang tentang kegiatan seorang anak yang menunjukkan hidup rukun di sekolah. Siswa tertarik dengan gambar-gambar tersebut.  Mereka berlarian dan berebutan ke depan kelas untuk melihat gambar yang ditunjukkan Bu Ana.

        Hal ini tentu saja membuat Bu Ana marah dan menyuruh siswa untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Setelah siswa tenang, Bu Ana menjelaskan maksud dari setiap gambar sambil memberikan contoh-contoh perilaku siswa kelas II yang selama ini tidak sesuai dengan gambar. Bu Ana menjelaskan bahwa perilaku yang tidak rukun kepada sesama teman di sekolah adalah salah, dan siswa haruslah merubah sikapnya.

        Setelah penjelasan Bu Ana secara panjang lebar tentang hidup rukun di sekolah , siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan yang ditulis guru di papan tulis. Siswa mulai bekerja.

 

        Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1.        arti gotong royong adalah ....

2.        kebersihan kelas adalah tanggung jawab ....

3.        kebiasaan yang dilakukan anak anak sebelum bel tanda masuk berbunyi adalah ....

4.        keuntungan yang diambil dari kegiatan secara gotong royong adalah ....

5.        jika ada teman yang tidak memiliki pensil maka kita harus ....

 

        Setelah seluruh siswa selesai mengerjakan soal, Bu Ana membahas jawabannya satu per satu. Siswa yang jawabannya salah, diberi kesempatan untuk bertanya dan melakukan pembetulan.

        Ketika bel istirahat berbunyi, bu Ana mengakhiri pembelajaran dan memberi siswa PR 5 buah soal yang ada di buku paket.

 

 

IDENTIFIKASI INFORMASI KUNCI:

1.        Pembelajaran PKn tentang hidup rukun di sekolah.

2.        Media yang digunakan berupa gambar.

3.        Metode yang digunakan metode ceramah dan penugasan.

4.        Pengelolaan kelas, siswa bekerja secara individu.

 

PERMASALAHAN YANG MUNCUL:

1.        Pada saat guru menunjukkan gambar siswa berebutan ke depan kelas.

2.        Guru menjelaskan materi tanpa meminta pendapat siswa.

3.        Siswa merasa disalahkan oleh guru atas perilakunya selama ini.

4.        Guru memberikan materi yang bersifat teori saja tanpa adanya penerapan.

5.        Soal yang diberikan guru hanya soal kognitif saja.

 

ANALISIS PENYEBAB MASALAH:

1.        Siswa berebutan ke depan kelas karena gambar yang digunakan tidak begitu besar.

2.        Guru berharap materi yang akan disampaikan segera dipahami siswa sehingga tanpa sadar guru berceramah seorang diri.

3.        Siswa kelas II masih dalam tahap bermain dan masih egois, sehingga guru berusaha mengubah sikap siswa dalam waktu singkat.

4.        Guru beranggapan bahwa soal-soal ujian yang diberikan pemerintah selama ini hanya segi kognitif saja, sehingga guru mengesampingkan segi afektif dan psikomotorik.

 

ALTERNATIF PEMECAHAN MASALAH:

 

1.                  Guru seharusnya menggunakan gambar berukuran besar, atau mengganti media dengan menggunakan lingkungan kelas sebagai sumber belajarnya, mengingat materi yang sedang diajarkan masalah kerukunan di sekolah.

2.                  Guru seharusnya tidak secara langsung menjelaskan materi kepada siswa, melainkan memancing siswa untuk berfikir dengan memberikan contoh-contoh nyata dalam kehidupan siswa sehari-hari.

3.                  Guru seharusnya memahami sifat siswa kelas II yang masih dalam masa bermain dan egois, sehingga perlu dengan sabar memberikan nasihat dan contoh-contoh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Biarkan siswa yang menilai, perbuatan itu benar atau salah.

4.                  Guru seharusnya memberikan bobot yang seimbang antara soal kognitif, afektif, dan psikomotorik, mengingat pelajaran PKn lebih banyak mempelajari tentang penerapan perilaku kehidupan sehari-hari. Siswa perlu mengerti dan berlatih tingkah laku yang baik serta benar-benar melaksanakannya.

 

Read more...

KASUS PEMBELAJARAN YANG MS SARI LAKUKAN BERSAMA SISWA KELAS 2 DENGAN HIDUP RUKUN DI SEKOLAH

0 comments

 

TUGAS AKHIR PROGRAM – IDIK4005



PEMBELAJARAN YANG MS SARI LAKUKAN BERSAMA SISWA KELAS 2 DENGAN HIDUP RUKUN DI SEKOLAH

 

Latar belakang Masalah

Ms Sari mengajar di kelas 2 SDI Ciputat yang terletak di Tangerang Selatan . Suatu hari Ms Sari sedang mengajar pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan di kelas II. Dengan KD melaksanakan hidup rukun, saling berbagi dan tolong menolong di rumah dan di sekolah. Pada pertemuan kali ini Ms Sari akan menjelaskan pentingnya melaksanakan hidup rukun di sekolah.

        Pembelajaran diawali dengan berdoa, murojaah, presensi, dan salam. Ms Sari menyampaikan kepada siswa kompetensi dasar yang akan dicapai pada pertemuan kali ini. Sebelum pembelajaran, Ms Sari menunjukkan media gambar berwarna berukuran sedang tentang kegiatan seorang anak yang menunjukkan hidup rukun di sekolah. Siswa tertarik dengan gambar-gambar tersebut.  Mereka berlarian dan berebutan ke depan kelas untuk melihat gambar yang ditunjukkan Ms Sari.

        Hal ini tentu saja membuat Ms Sari marah dan menyuruh siswa untuk kembali ke tempat duduk masing-masing. Setelah siswa tenang, Bu Ana menjelaskan maksud dari setiap gambar sambil memberikan contoh-contoh perilaku siswa kelas II yang selama ini tidak sesuai dengan gambar. Ms Sari menjelaskan materi hidup rukun di sekolah dan memberi soal latihan di papan tulis..

ILustrasi

Ms Sari: "Anak-anak, coba perhatikan, Ms membawa beberapa gambar, simak baik-baik, kira-kira gambar ini tentang apa ya? Anak-anak menjawab serentak: "Baik, Ms." Kemudian semua siswa berebut maju ke depan untuk melihat gambar tersebut. situasi kelas sangat tidak kondusif karena semua siswa yang maju ke depan, maka Ms Sari mulai marah. "semuanya tolong kembali duduk di kursi masing-masing, tidak ada yang maju ke depan." kata Ms Sari dengan suara keras. Anak-anak kelihatan bingung dan tegang, lalu Ms Sari kembali bertanya tentang gambar tersebut, namun tidak ada yang menjawab. Ms Sari menjadi tidak sabar dan mulai langsung menjelaskan maksud dari setiap gambar sambil memberikan contoh-contoh perilaku siswa kelas II yang selama ini tidak sesuai dengan gambar materi hidup rukun dan mengatakan bahwa perilaku yang tidak rukun kepada sesama teman di sekolah adalah salah, dan siswa haruslah merubah sikapnya. Setelah penjelasan Bu Ana secara panjang lebar tentang hidup rukun di sekolah , siswa diminta mengerjakan soal-soal latihan yang ditulis guru di papan tulis.

Isilah titik-titik di bawah ini dengan jawaban yang tepat!

1.    Hidup rukun adalah ....

2.    kebersihan kelas adalah tanggung jawab ....

3.    kebiasaan yang dilakukan anak anak sebelum bel tanda masuk berbunyi adalah ....

4.    keuntungan yang diambil dari hidup rukun adalah …

5.   Contoh hidup rukun di sekolah adalah …

1. Kasus diatas  Tentang Pembelajaran Yang Ms Sari Lakukan Bersama Siswa Kelas 2 Dengan hidup rukun di sekolah

2. Identifikasi Informasi Kunci Atau Penting Yang Terdapat Di Dalam Kasus

Dari ilustrasi pembelajaran yang dilakuakn oleh Ms Sari di Kelas 2 SD diatas dapat diketahui beberapa informasi penting, diataranya:

 IDENTIFIKASI INFORMASI KUNCI:

1.      Pembelajaran PKn tentang hidup rukun di sekolah.

2.      Media yang digunakan berupa gambar.

3.      Metode yang digunakan metode ceramah dan penugasan.

4.      Pengelolaan kelas, siswa bekerja secara individu

 

PERMASALAHAN YANG MUNCUL:

1.        Pada saat guru menunjukkan gambar siswa berebutan ke depan kelas

2.        Guru bersuara keras untuk menertibkan siswanya.

3.        Guru menjelaskan materi tanpa meminta pendapat siswa.

4.         Siswa merasa disalahkan oleh guru atas perilakunya selama ini.

5.        Guru memberikan materi yang bersifat teori saja tanpa adanya penerapan.

6.        Soal yang diberikan guru hanya soal kognitif saja.

3. Mengaitkan Informasi-informasi Tersebut Sehingga Muncul Permasalahan Atau Pertanyaan Dari Kasus Tersebut 

Setalah melakukan identifikasi malasah diatas, selanjutnya dapat dibuat perumusan masalah sebagai berikut ini:

  1. Mengapa Ms Sari tidak menggunakan gambar yang berukuran besar?
  2. Mengapa Bu Lusi harus berkata-kata dengan suara keras ketika menertibkan siswa?
  3. Mengapa Ms Sari tidak meminta pendapat siswa ketika menjelaskan?
  4. Mengapa Ms Sari memberi contoh dengan menyalahkan siswa?
  5. Pendekatan apa yang bisa di lakukan oleh Ms Sarii untuk siswa kelas 2 tersebut agar bisa memahami materi hidup rukun di sekolah?

4. Analisis penyebab masalah yang terjadi

Dari perumusan masalah pada langkah nomor 3, teridentifikasi beberapa masalah seperti berikut ini:

ANALISIS PENYEBAB MASALAH:

1.      Siswa berebutan ke depan kelas karena gambar yang digunakan tidak begitu besar.

2.      Guru berharap materi yang akan disampaikan segera dipahami siswa sehingga tanpa sadar guru berceramah seorang diri.

3.      Siswa kelas II masih dalam tahap bermain dan masih egois, sehingga guru berusaha mengubah sikap siswa dalam waktu singkat.

4.      Guru beranggapan bahwa soal-soal ujian yang diberikan pemerintah selama ini hanya segi kognitif saja, sehingga guru mengesampingkan segi afektif dan psikomotorik.

5. Mengembangkan Alternatif Pemecahan Masalah

Adapun alternatif pemecahan masalah yang dapat dimunculkan berdasarkan ilustrasi pembelajaran yang dilakukan oleh Bu Lusi terhadap siswa kelas 2 SD, yaitu:

1.      Guru seharusnya menggunakan gambar berukuran besar, atau mengganti media dengan menggunakan lingkungan kelas sebagai sumber belajarnya, mengingat materi yang sedang diajarkan masalah kerukunan di sekolah.

2.      Guru seharusnya tidak secara langsung menjelaskan materi kepada siswa, melainkan memancing siswa untuk berfikir dengan memberikan contoh-contoh nyata dalam kehidupan siswa sehari-hari.

3.      Guru seharusnya memahami sifat siswa kelas II yang masih dalam masa bermain dan egois, sehingga perlu dengan sabar memberikan nasihat dan contoh-contoh dalam kehidupan mereka sehari-hari. Biarkan siswa yang menilai, perbuatan itu benar atau salah.

4.      Guru seharusnya memberikan bobot yang seimbang antara soal kognitif, afektif, dan psikomotorik, mengingat pelajaran PKn lebih banyak mempelajari tentang penerapan perilaku kehidupan sehari-hari. Siswa perlu mengerti dan berlatih tingkah laku yang baik serta benar-benar melaksanakannya.

5.      Guru seharusnya mengguunakan pendekatan di dalam pembelajaran tersebut, seperti pendekatan avokasi. Pendekatan avokasi dapat digunakan untuk memancing keberanian siswa mengutarakan apa yang ada di dalam pikiran mereka.

6. Menganalisis Kekuatan Dan Kelemahan Setiap Alternatif

a. Kekuatan 

Ada beberapa kekuatan dari ilustrasi kegiatan pembelajaran diatas, yaitu:

  1. Ms Sari telah menggunakan media untuk menunjukkan contoh hidup rukun di sekolah
  2. Ms Sari bisa saja menggunakan pendekatan terpadu kepada siswa yaitu dengan memberikan contoh cara membuat kalimat sederhana yang terdiri dari kata-kata buah buahan
  3. Ms Sari bisa saja berkata dengan lembut atau dengan menggunakan isyarat kepada siswa agar diam dan tidak bermain-main saat pembelajaran sedang berlangsung    

b. Kelemahan

  1. Ms Sari  tidak menjelaskan contoh  contoh yang berasal dari pendapat dan pengalaman siswa
  2. Siswa tidak dilibatkan dalam pembelajaran
  3. Ms Sari tidak menggunakan pendekatan dalam pembelajaran
  4. Soal latihan yang diberikan hanya menilai sisi kognitif saja

7. Memilih Satu Alternatif Yang Dianggap Paling Efektif

Adapun alternatif yang akan digunakan untuk memecahkan permasalahan terhadap ilustrasi pembelajaran yang Bu Lusilakukan di Kelas 2 SD, yaitu dengan: 

  • Memilih salah satu pendekatan yang tepat agar siswa bisa memahami tentang tugas atau latihan yang akan diberikan serta mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, pendekatan tersebut adalah pendekatan avokasi. Ms Sarii menggunakan pendekatan Avokasi dengan meminta siswa mengemukakan pendapatnya dan memberikan contoh dari apa yang telah siswa alami..   

8. Menyusun Dan Menuliskan Jawaban Dari Masalah/Kasus Tersebut

Adapun solusi yang bisa dilakukan terhadap kasus Ms Sari diatas, yaitu dengan:

  1. Menggunakan pendekatan avokasi yaitu pendekatan yang memancing siswa untuk berfikir dan mengemukakan pendapatnya. Pendekatan avokasi adalah pendekatan yang lebih berpusat pada kaaktifan siswa saat pembelajaran berlangsung, namun tetap diarahkan oleh guru
  2. Ms Sari dapat memulai pembelajaran sesuai yang terdapat pada RPP, yaitu dengan adanya kegiatan awal atau pendahuluan, kegiatan inti dan juga penutup
  3. Ms Sari  sudah sangat baik dalam memulai pembelajaran terlebih lagi untuk siswa kelas 2 yaitu dengan menunjukkan gambar contoh hidup rukun di sekolah
  4. Untuk penugasan yang diberikan kepada siswa, Ms Sari  bisa memberikan beberapa soal tentang pengaplikasian hidup rukun di sekolah dalam kehidupan sehari-hari siswa
  5. Hindari memberikan contoh yang dapat memojokkan siswa dan menyalahkan siswa
  6. Suara yang keras untuk menegur siswa bisa diganti dengan menggunakan bahasa  isyarat tubuh, seperti meletakkan jari telunjuk pada mulut untuk tanda agar siswa diam, mengacungkan jempol tanda setuju terhadap jawaban siswa, dan menggelengkan kepala tanda tidak setuju terhadap jawaban siswa. 
  7. Ms Sari dapat memberikan media gambar dengan ukuran yang lebih besar atau menyediakan gambar dengan proyektor/infokus agar siswa bisa memperhatikan gambar dengan jelas.

 

 

 

 

 

 

 

Read more...